Kehidupan
Malam di Alun-Alun Kapuas
Kalau alun-alun di kota atau daerah lain
ramai dengan pengujung pada siang hari, alun-alun Kapuas pada malam hari saja,
padahal letaknya sangat strategis, yaitu di depan kantor Walikota Pontianak.
Pengunjung alun-alun Kapuas ini beraneka
ragam: Laki-laki dan Perempuan, anak-anak, orang muda, dan orang tua. Dari segi profesi, ada
juga pengusaha, pelajar, mahasiswa, sampai dengan ibu rumah tangga. Di sana
mereka melakukan berbagai kegiatan: ada yang berjalan-jalan da nada pula yang
duduk santai sambil menikmati secangkir kopi; ada yang bermain gitar sambil
bernyayi da nada juga yang berfoto-foto di pinggiran sungai Kapuas.
Alun-alun Kapuas, yang letaknya di
jantung Kota Pontianak, memang mirip pasar dadakan di malam hari. Puluha
pedangang menjajakan beraneka ragam makanan dan minuman. Ada juga yang
menawarkan pengunjung berbagai mainan da nada juga yang menyewakan alat
permainan khusus untuk anak-anak.
Pada bulan Januari (2013) lalu,
pemerintah Kotamadya Pontianak meluncurkan air mancur dansa, yaitu air mancur
yang didesain mengikuti alunan music dan lagu yang mengiringnya.
Selain itu, bagi pengunjung yang ingin
menikmati suasana malam di atas suangai Kapuas, juga tersedia floating café atau cafe terapung di atas motorized
boat atau perahu bermesin persis
di pinggir sungai. Setiap 30 menit atau ketika semua meja di atas perahu sudah
ditempati pengunjung, perahu-perahu itu akan lepas sangkar dari dermaga dan
berlayar ke hulu menuju jembatan penyebrangan Sungai Kapuas yang biasa dikenal
dengan sebutan “Tol Satu”. Hembusan angina dingin menambah enaknya suasana. Sambil
menikmati segelas kopi Pontianak, pengunjung bias melihat indahnya Sungai Kapuas
di malam hari. Perjalan itu memakan waktu satu jam untuk pergi dan pulang.
Alun-alun Kapuas memang bias dikatakan
sebagai tempat hiburan rakyat. Semua orang dari semua kalangan bias masuk ke
alun-alun Kapuas tanpa membayar. Yang ada hanya uang parker bagi orang yang
membawa kendaraan. Alun-alun Kapuas adalah sebuah oasis bagi masyarakat
Pontianak di tengah semakin sedikitnya tempat umum karena digerogoti
pembangunan.




0 komentar:
Posting Komentar